Laman

Kamis, 20 April 2017



E-JOURNAL TEKNIK INDUSTRI FT USU
ANALISIS PERBAIKAN PENJADWALAN PRODUKSI KERTAS
UNTUK MEMINIMUMKAN  KETERLAMBATAN PRODUKSI
 DI PABRIK PT. PUSAKA PRIMA MANDIRI
JL.BRIGJEN ZEIN HAMID KM 6,9
DELI TUA


Jumadi Suratman1),Ahmad Rahim Matondang2),  Nazaruddin3) ,

DepartemenTeknikIndustri, FakultasTeknik, Universitas Sumatera Utara
Jl. AlmamaterKampus USU, Medan 2016an
Email: jumadisuratman@gmail.com1), rahimmatondang@gmail.com2),nazaruddin@gmail.com3)


ABSTRAK.  PT. Pusaka Prima Mandiri  merupakan  sebuah perusahaan yang bergerak dalam  bidang  produksi  kertas  rokok   dan  berlokasi di jalan Zein Hamid km 6,9Deli Tua Medan Sumatera Utara. PT. Pusaka Prima Mandiri berdiri sejak tahun 2013. Dari awal berdirinya sampai saat ini berlokasi ditempat yang sama dan sudah dalam bentuk perusahaan kertas rokok. Dalam melakukan kegiatan produksi, produksi terkadang mengalami   keterlambatan dalam memenuhi pesanan dari Castamer, Hal ini mungkin dapat di sebabkan karena penjadwalan produksi yang kurang tepat. Berdasarkan proses produksi. Maka penulis mengusulkan suatu penelitian  pada penjadwalan yang baik. Untuk dapat meningkatkan efisiesi dalam proses produksi. Lihat Tabel 1.1 dari pengumpulan data pada Tabel 5.1 dapat dilihat dan Tabel 5.2 serta pada Tabel 5.3 dari penjadwalan produksi tahun 2013 perlu diadakan Analisis Perbaikan Penjadwalan Produksi untuk mengatasi keterlambatan ,dengan Metode CDS dan Db Hasil Perhitungan. Makespan pada Perusahaan 2.502,28 jam dengan selisih  637,28 jam atau sebesar 25,59 %.maka pada pengolahan data dilakukan Hipotesis Ho ditolak pada data tahun 2013, ini jelas bahwa Penjadwalan harus dipebaiki. Jadi untuk tahun 2014, Ho diterima, jadi terjadi peningkatan produksi dan pencapaian target 94 %, dapat dilihat pada grafik gambar 10.1.Grafik Barang ½ jadi produksi pada tahun 2013 dan 2014 dengan target produksi sebesar 94 %meminimalisir barang ½ jadi atau Barang masih dalam proses sebesar 6 % dari ketepatan waktu sebesar 94 %.

Kata kunci: Penjadwalan produksi,keterlabatan produksi dan barang ½ jadi.



ABSTRACT. PT. Pusaka Prima Mandiri is a company engaged in the production of cigarette paper and located at 6.9 km road Hamid Zein Deli Tua Medan North Sumatra. PT. Pusaka Prima Mandiri was established in 2013 from its inception to date are located in the same place and are already in the form of cigarette paper company.In doing so, the production, the production sometimes experience delays in fulfilling orders from Castamer, This may be caused due to the lack of proper production scheduling.Based on the production process. The authors propose a study on good scheduling. In order to improve efisiesi in the production process. See Table 1.1 of the data collection can be seen in Table 5.1 and Table 5.2 and Table 5.3 of scheduling production in 2013 should be held Repair Analysis Production Scheduling to overcome delays, with CDS and Db Method Calculation Results. Makespan on the Company 2502.28 hours by a margin of 637.28 hours or by 25.59% It so the data processing is done hypothesis Ho is rejected on the data in 2013, it is clear that the scheduling should dipebaiki. So for 2014, Ho is accepted, so an increase in production and the achievement of the target of 94%, can be seen in the graphic image so 10.1.Grafik ½ goods production in 2013 and 2014 with a production target of 94% to minimize ½ finished goods or goods are still in the process 6% of punctuality of 94%.

Keywords: production scheduling, delay of production, half finished goods




1 Mahasiswa, Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara
2Dosen Pembimbing, Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara 


1. PENDAHULUAN

PT. Pusaka Prima Mandiri merupakan sebuah  perusahaan yang  bergerak dalam bidang produksi kertas rokok dan berlokasi di jalan Brigjen Zein Hamid km 6,9 Deli Tua Medan  Sumatera Utara. PT. Pusaka Prima Mandiri berdiri sejak tahun 2013, dari awal berdirinya sampai saat ini berlokasi ditempat yang sama dan sudah dalam bentuk perusahaan kertas rokok.
Dalam melakukan kegiatan produksi, produksi terkadang mengalami keterlambatan dalam memenuhi  pesanan dari Costomer.  Hal ini mungkin dapat disebabkan karena penjadwalan  produksi yang kurang tepat yang terlihat pada tabel 1berikut ini.

Tabel 1. Permintaan Produksi Kertas dan Realisasi Produksi serta  Pencapaian  Target  Produksi  Ketas  Rokok  di PT.PPM Thn 2013.


Tabel.1. Permintaan Produksi Kertas dan Realisasi Produksi serta  Pencapaian  Target  Produksi  Ketas  Rokok  di PT.PPM Thn 2013.


No

Bulan
PERMINTAAN  KERTAS ROKOK DALAM ROLL
REALISASI  PRODUKSI DALAM  ROLL
PENCAPAIAN PRODUKSI  (%)
1
Januari
460
416
90,4
2
Pebruari
378
370
97,9
3
Maret
420
390
92,8
4
April
227
198
87,2
5
Mei
460
420
91,3
6
Juni
378
370
97,9
7
Juli
420
410
97,6
8
Agustus
227
220
96,9
9
September
375
370
98,6
10
Oktober
460
420
91,3
11
Nopember
420
416
97,8
12
Desember
411
405
98,5


Berdasarkan Tabel 1. Pencapaian jumlah Permintaan produksi belum memenuhi target atau belum 100 % Sehingga perludilakukan penelitian untuk memperbaiki Jadwal Produksi. Karena adanya  Gap antara Permintaan dengan realisasi nya. Permintaan Produksi pada bulan januari 2013 adalah 460 roll dibagi dengan realisasi 416 roll dengan hasil 90,4 % dan pada bulan April adalah 87 % terjadi penurunan hasil produksi ada Gap yang lebih besar lagi. Jadi perbaikan penjadwalan produksi dikarenakan adanya barang ½ jadi di lantai pabrik yang masih tertinggal banyaknya permintaan – realisasi = 460 roll – 416 roll = 44 roll. Pada phenomena ini terjadi masalah keterlambatan produksi pada perusahaan PT. Pusaka Prima Mandiri sebagai produksen kertas rokok antara lain :
1. Belum melakukan penjadwalan secara optimal. Akibatnya terjadi keterlambatan produksi kertas rokok pada pelanggan dan pemesanan kertas untuk PT. Bentul Group di Malang dan PT. Nojorono di kudus serta PT. Sampoena di Surabaya.
2. Jadwal produksi sering tidak terpenuhi adanya barang ½ jadi dilantai pabrik pesanan selalu terlambat. Untuk pelanggan atau konsumen dari PT. Pusaka Prima Mandiri. Sehingga perlu perbaikan penjadwalan produksi di pabrik PT. Pusaka Prima Mandiri.  


2. METODE PENELITIAN

Metode Penelitian diawali dengan pengamatan langsung di perusahaan serta melakukan wawancara dengan pihak perusahaan untuk mengetahui masalah-masalah yang ada. Kemudian di lakukan pengambilan data baik primer maupun secunder. Data primer berupa waktu pengamatan tiap operasi yang diproleh dari pengukuran langsung pada perusahaan untuk melihat secara langsung kondisi lantai produksi secara rill. Sedangkan data sekunder di proleh dari data masalah perusahaan catatan perusahaan. Data yang di kumpulkan antara lain jam kerja, urutan proses produksi, waktu set up mesin, waktu yang di butuhkan untuk menyelesaikan satu job, dan data pesanan dari konsumen. Data yang di dapat kemudian di olah untuk di buat penjawalan yang tepat bagi perusahaan. Kemudian di Analisis. Apakah penjadwalan yang di buat sudah dapat mengatasi permasalahan perusahaan atau belum. Karena itu perlu di lakukan perbandingan antara hasil penjadwalan awal dengan hasil penjadwalan usulan. Penelitian ini di laksanakan di Pabrik kertas rokok PT. Pusaka Prima Mandiri daerah Deli Tua pada bulan April 2014 s/d Desember 2014. Data yang di ambil pada penelitian ini adalah data permintaan produksi dan realisasi  produksi serta waktu proses keterlambatan produksi dari periode januaru 2013 s/d Desember 2013 dan periode januari 2014 s/d Desember 2014. Objek penelitian Analisis perbaikan penjadwalan produksi kertas rokok di PT. Pusaka Prima Mandiri. Pengumpulan data di proleh dengan melakukan observasi / pengamatan langsung di lapangan yaitu pada waktu pabrik berproduksi. Landasan teori yang digunakan dalam menganalisa dan pemecahan masalah yang ada berdasarkan metode CDS dan Db serta Statistik.pengolahan  data adalah sebagai berikut:
1. Hitung waktu proses produksi, waktu set up dan waktu absen operator (kariawan pabrik).
2. Penetuan waktu rata-rata jumlah produksi dan waktu selesai produksi kertas rokok
3. Penentuan distribusi keterlambatan
4. Penentuan Metode dan Uji Statistik
5..Penentuan Perbandingan setelah perbaikan penjadwalan produksi kertas rokok. Kemudian buat
Kerangka konseptual yang terdiri dari aliran proses berpikir sistematis yang di awali dari latar belakang penelian perumusan masalah, Analisis permasalahan serta saran / solusi. Alternatif terhadap masalah tersebut berdasarkan logika hubungan sebab akibat pola sederhana pada hubungan jalur aliran dan aktivitas.
Contoh :
Pengaruh keterlambatan produksi sampai ke konsumen atau pelanggan terlihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Kerangka  komseptual penjadwalan produksi
Keterangan : Identifikasi dan Analisa teori yang di aplikasikan
                   :  diteliti                        :  sebab akibat
                   :  tdk diteliti        //         perbandingan
                   :  Berhubungan              Berpengaruh

6. Identifikasi Objek Penelitian, objek yang diteliti adalah keterlambatan yang timbul pada penjadwalan produksi kurang tepat sasaran yang dituju oleh perusahaan, karena proses pengaturan pada proses produksi kertas rokok yang dialami pada tahun 2013.
7.MetodePengumpulan Data Dalam mengumpulkan data terdapat dua hal yang perlu diperhatikan yaitu:
a.     Data Primer
Data primer adalah data yang diukur pada saat penelitian lapangan oleh peneliti pada objek, dimana data diproleh secara langsung diperusahaan PT. Pusaka Prima Mandiri yang sedang diteliti, Dengan observasi melalui teknik observasi ini penulis mengumpulkandata dengan melakukan pengamatan langsung diperusahaan terhadap masing-masing operator pada setiap stasiun kerja.
b.     Data Sekunder
Data sekunder adalah data diproleh peneliti dengan melakukan pengumpulan data yang telah ada diperusahaan (dokumen Perusahaan).

Data yang dikumpulkan selama melakukan penelitian di PT. Pusaka Prima Mandiri adalah:
1.     Data gambaran umum perusahaan menyangkut sejarah perusahaan, lokosi perusahaan, sarana dan prasarana perusahaan, pemasaran dan jumlah produksi.
2.     Data tentang proses produksi di pabrik PT. Pusaka Prima Mandiri.
3.     Penjadwalan Produksi tahun 20013 dan tahun 2014 ada terlampir dilampiran.
4.     Data tentang organisasi dan manjemen meliputi struktur organisasi perusahaan dan hubungan kerja, tugas dan tanggung jawab, jumlah tenaga kerja dan jam kerja perusahaan, sistem pengupahan dalam perusahaan.
5.     Untuk menyusun distribusi frekuensi data kita membutuhkan jumlah kelas dengan menggunakan rumus : k = 1 + 3,3 log n dan i = jarak / 1 + 3,3 log n dan rata – rata hitung  x = x1 + x2 … xn / n.
6.     Penyelesaian:
Ho  = Hasil produksi telah sesuai dengan target produksi yang telah ditetapkan sebelumnya.
H1 = Hasil produksi tidak sesuai dengan target produksi yang di tetapkan sebelumnya.
α = 0,05. Banyaknya katagori adalah n ( bulan ) dan tingkat kesalahan adalah 0,05 atau 0,01 maka nilai distribusi Chi – kuadrat:
X2 α , k – 1 = X2 0,05 , 12 – 1       atau  X2 hitung  ≤ X2tabel , maka diterima.
Uji hipotesis bagi eksperimen atau penelitian dengan dau atau lebih katagoriUji ini dinamakan uji kecocokan ( good ness – of – fit bests )Uji hipotesis tentang table konfingen yang terdiri uji independensi Sebagai contoh, kepuasan pelanggan atau konsumen biasa di bagi menjadi 4 katagori:
A = Sangat puas = tepat waktu dari pesanannya (100 %).
B = Puas = keterlambatan masih bisa ditanggulangi dari persediaan       (95 - 85 %)          
C = Kurang puas                    = keterlabatan ampir tidak dapat ditanggulagi.(80 – 65 %)
D = tidak puas                        = tidak dapat ditanggulangi.(64 – 50 %)
8. Metode Pengolahan Data,Indentfikasi dan Definisi Variabel. Dapat diidentifikasi variabel – variabel yang berhubungan dengan permasalahan, yaitu sebagai berikut:
1.     Waktu Proses
      Waktu Proses adalah waktu yang diperlukan untuk pengerjaan tiap operasi dalam tiap job, termasuk didalamnya waktu set up dan waktu persiapan.
2.     Wakyu Baku
      Waktu baku adalah waktu yang dibutuhkan pekerja secara normal waktu baku ini diproleh melalui pengukuran waktu kerja dengan jam henti (Stop wath).
3.     Data Permintaan
      Data permintaan adalah jumlah pesanan atau permintaan dari konsumen pada masing – masing tipe job. Data permintaan ini merupakan data sekunder yang diproleh dari perusahaan untuk permintaan tiap job pengerjaan, data ini di perlukan untuk menghitung total pengerjaan waktu untuk masing-masing job.
4.     Data waktu mengerjakan job.
      Data waktu ini merupakan pengolahan dari data waktu baku dan data permintaan.
5.     Analisa Data
      Untuk menjadwalkan N job M digunakan beberapa metode penjadwalan antara lain adalah:
a.     Metode Campbell Dudeck and Smith ( CDS )
b.     Metode Dannenbring ( Db )
6.   Perbandingan data tahun 2013 dengan tahun 2014


3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Pengujian Keseragaman Data Waktu Produksi Kertas Rokok

Keseragaman Data perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan    perhitungan waktu efektif, jumlah pengamatan waktu kegiatan proses produksi kertas rokok di PT. Pusaka Prima Mandiri, dilakukan  sebanyak  81  kali padaTahun 2013 dan pada tahun 2014 sebanyak 84 kali.


3.1.2. Langkah – Langkah Dalam Pengujian Keseragaman Data

Adapun langkah – langkah dalam pengujian keseragaman data dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
a. Menghitung rata-rata        
                                                                                               
x̄=   …………………………..(1)                                                

Dimana  xi= Besarnya waktu penyelesaian yang teramati selama pengukuran pendahuluan dilakukan.
                    n = Banyaknya pengukuran yang dilakukan.

b. Menghitung standar deviasi sebenarnya dari waktu penyelesaian

σ =   …………………………………(2)
                                                                                                                                                                ( 5.2)

Dimana N =  Jumlah pengamatan pendahuluan yang telah dilakukan
X                 =  waktu rata – rata
σ                  =  Standar Deviasi




3.1.3. Menghitung Jumlah Pengukuran Yang Sebenarnya

Untuk menentukan jumlah pengukuran waktu kerja yang sebenarnya
Diperlukan dengan tingkat ketelitian 5 % dan tingkat keyakinan 95 % maka
Dipergunakan rumus:

N =  ………………………(3)


Dimana:
N = Jumlah pengukuran yang sebesarnya diperlukan
n   = Jumlah data setelah dilakukan uji keseragaman data


3.1.4.  Memperpendek Waktu Penyiapan

Untuk  memperpendek waktu penyiapan perlu dilakukan dua fase penyiapan, yaitu:
1. Fase penyiapan Eksternal
Seperti penyiapan terlebih dahulu tenaga kerja, peralatan dan mesin berikutnya dan bahan yang diperlukan, serta memindahkan peralatan dan bahan baku serta bahan penolong dll.
2. Fase penyiapan Internal
Fase dimana pekerja harus memusatkan perhatian pada pergantian peralatan dan bahan sesuai dengan perincian yang terdapat dalam pesanan berikutbya, sementara mesin bekerja dan berhenti. 


3.1.5. Tata Letak Proses Produksi

1. Menurut JIT tata letak  proses dan mesin akan disusun untuk melancarkan aliran produksi. Seorang pekerja menangani beberapa mesin dari berbagai Waktu proses produksi kertas  rokok        = 166,6666 jam            
2. Waktu  absen  operator  5 %  sampai 10 % =16,6666 jam
3. Waktu Set up Mesin  = 32,8662 jam
4. Waktu selesai produksi /Makespan Perusahaan rill = 216 jam
5. Jumlah produksi kertas rokok = 460 roll

proses. Tiap proses   harus dikendalikan secara otomatis. Pengendalian ini menjamin  bahwa  produksi  tidak  berlangsung dalam kecepatan produksi  kurang  dari  kebutuhan harus di kendalikan dalam keadaan normal  sesuai dengan   permintaan.


                 .
3.2. Menghitung waktu kerja

Menghitung waktu kerja  yang  tersedia  dalam kurun perencanaan tertentu untuk  menghitung  waktu  kerja yang tersedia diketahui untuk satu tahun  tersedia 250 hari kerja  dan  satu  hari  kerja  pabrik  bekerja 8 jam, maka waktu kerja yang tersedia adalah 250 x 8 jam = 2000 jam  Jadi rata-rata 1 bulan kerja = 2000 dibagi 12 bulan = 166,6666 jam , Makespan Perusahaan riil adalah:
1. Waktu proses produksi kertas rokok        = 166,6666 jam            
2. Waktu absen operator 5 % sampai 10 % = 16,6666 jam
3. Waktu Set up Mesin = 32,8662 jam
4. Waktu selesai produksi /Makespan Perusahaan rill = 216 jam
5. Jumlah produksi kertas rokok = 460 roll

Tabel  2. Makespan  Perusahaan ,Waktu   Proses, Waktu absenWaktu set up Waktu Selesai dan Jumlah hasil Produksi  kertas rokok  thn 2013

No
Jumlah Produk
( Roll )
Waktu Proses
( Jam )
Waktu Absen
 ( Jam )
Waktu Set up 
 ( Jam)
Waktu selesai
( Jam )
1
460
166,6666
16,6666
32,8668
216,20
2
378
145,5793
14,5579
17,0228
177,16
3
420
152,2239
15,2224
29,9537
197,40
4
227
52,6408
5,2641
48,7851
106,69
5
460
166,6666
16,6666
32,8668
216,20
6
378
145,9901
14,5990
17,0709
177,66
7
420
152,2239
15,2224
29,9537
197,40
8
227
52,6408
5,2641
48,8955
206,80
9
375
143,8695
14,3869
18,2236
176,48
10
460
166,6666
16,6666
32,8668
216,20
11
320
137,3217
13,7321
46,3462
197,40
12
411
148,9129
14,8912
29,3659
193,17

Tabel 3. Makespan  Perusahaan ,Waktu Proses, Waktu absenWaktu set up  Waktu Selesai dan Jumlah hasil Produksi  kertas rokok  thn 2014
No
Jumlah Produk
( Roll )
Waktu Proses
( Jam )
Waktu absen
( Jam )
Waktu set up
( Jam )
Waktu selesai
( Jam )
1
437
158,3333
15,8333
31,2234
205,39
2
408
141,6666
14,1666
35,9168
191,76
3
425
147,5693
14,7569
37,4238
199,75
4
440
152,7777
15,2777
38,7446
206,80
5
456
158,3332
15,8333
39,8535
214,02
6
442
153,4721
15,3472
38,9207
207,74
7
460
166,6666
16,6666
32,8668
216,20
8
442
153,4721
15,3472
38,9207
207,74
9
452
156,9443
15,6944
39,8013
212,44
10
480
166,6666
16,6666
42,2666
225,60
11
442
153,4721
15,3472
38,9207
207,74
12
440
152,7777
15,2777
38,7446
206,80


3.3. Pemecahan Masalah

Penjadwalan adalah suatu kegiatan perancangan berupa pengalokasian sumber daya baik mesin maupun tenaga kerja untuk menjalankan sekumpulan tugas tersebut kepada bermacam-macam pusat-pusat kerja untuk di proses. Permasalahan penjadwalan merupakan pengaturan waktu dari suatu kegiatan operasi. Tujuan penjadwalan untuk meminimalkan waktu proses, waktu absen, waktu set up. Ketika suatu job tidak dapat di pisah untuk permasalahan yang sederhana kita mengasumsikan tidak ada pemisahan job, maka shop loading dapat di buat dengan mudah dengan menggunakan Gantt Chart dilihat pada gambar di bawah ini sebagai berikut:



        A
Job  1

       B
 
Job 2
       C
 


Job 3


                1      2      3       4       5      6      7      8      9     10


Waktu Proses Produksi
Gambar 2. Gantt Chart Penjadwalan Produksi

                Makespan Penjadwalan Usulan, dari jumlah waktu perhitungan makespan Metode Campbell Dudeck & Smith ( CDS ) dengan metode Dannenbring ( Db ) dibawah ini merupakan selisih waktu antara dua metode ini untuk mengetahui penggunaan metode dengan waktu yang paling efektif, dimana table menujukkan bahwa metode CDS dan Db menunjukkan waktu yang terkecil. Metode penugasan merupakan cara pembebanan pekerja-pekerja untuk job-job dapat di Tabel 4 berikut ini.

Tabel 4.Untuk Jam Kerja Produksi Kertas Rokok pada Tahun 2013
No
Periode /  Bulan
Metode CDS
( jam )
MetodeDb
( jam )
1
Januari
195,52
195,52
2
Februari
173,90
173,90
3
Maret
183,30
183,30
4
April
93,06
93,06
5
Mei
197,40
197,40
6
Juni
173,90
173,90
7
Juli
192,70
192,70
8
Agustus
103,40
103,40
9
September
173,90
173,90
10
Oktober
197,40
197,40
11
Nopember
195,52
195,52
12
Desember
190,35
190,35

Jumlah
2070,35
2070,35
                          
Harga rata-rata jam kerja usulan CDS dan Db adalah:

1 =   =  = 172,5251 jam
Makespan Riil Perusahaan PT. Pusaka Prima Mandiri. Data waktu proses keseluruhan pada perusahaan di dapat dari hasil laporan akhir penyelesaian keseluruhan job adalah 30 hari atau 28 hari. Pada bulan januari sampai bulan Desember tahun 2013 pada PT. Pusaka Prima Mandiri dapat dilihat pada Tabel 5 dibawah ini. Makespan Penjadwalan job 1,2,3, banyaknya mesin dan operator.

Tabel  5. Jam Kerja Makespan Perusahaan pada Tahun 2013
No
Periode / Bulan
Makespan Perusahaan dalam ( jam )
1
Januari
216,20
2
Februari
177,16
3
Maret
197,40
4
April
106,69
5
Mei
216,20
6
Juni
177,66
7
Juli
197,40
8
Agustus
206,80
9
September
176,48
10
Oktober
216,20
11
Nopember
197,40
12
Desember
193,17

Jumlah
2179,15

Hasil rata=rata jam kerja riil perrusahaan adalah:

1 =    =  = 181,5958 jam

Hasil selisih jam kerja Riil perusahaan dengan jam kerja Metode CDS dan Db rata - rata adalah:
1 -x̄2  =  181,5958 jam – 172,5251 jam =  9,0667 jam kerja. Berikut di bawah ini merupakan selisih waktu metode usulan( Tabel 4) yang paling kecil dengan kondisi riil perusahaan ( Tabel 5 ) untuk mengetahui penggunaan dengan waktu yang paling efektif.

Tabel 6. Makespan Perusahaan dengan metode CDS &Db serta Selisihnya

No
Periode
/Bulan

Makespan
Perusahaan
(jam)
Makespan
Perusahaan (jam)
Selisih
( jam)
Persentase
(%)
1
Januari
21,28
195,52
20,76
9,6
2
Februari
177,16
173,90
3,26
1,6
3
Maret
196,40
183,30
14,10
7,1
4
April
106,69
93,06
13,63
12,77
5
Mei
216,20
197,40
18,80
8,69
6
Juni
177,66
173,90
3,76
2,11
7
Juli
197,40
192,70
4,70
2,38
8
Agustus
206,80
103,40
103,40
50
9
September
176,48
173,90
2,58
1,46
10
Oktober
216,20
197,40
18,80
8,69
11
November
197,40
195,52
1,88
0,95
12
Desember
193,17
190,35
2,82
1,45

Jumlah
2179,15
2070,35
208,49
9,56

            Analisa Hasil perhitungan Makespan. Dari hasil yang telah di peroleh dapat di ketahui Jumlah Makespan dengan menggunakan metode  CDS dan Db adalah 2070,35 jam kerja di bandingkan dengan Makespan pada perusahaan adalah 2179,15 jam kerja dengan selisih 208,49 jam kerja atau sebesar 9,56 %. Dimana metode yang di usulkan lebih efektif dari Makespan di perusahaan.Makespan Penjadwalan Usulan. Untuk perbaikan Penjadwalan produksi pada tahun 2014 dapat kita lihat di Tabel 7 di bawah ini.




Tabel 7. Untuk Jam Kerja Produksi Kertas Rokok pada Tahun 2014
No
Periode / Bulan
Metode CDS
( Jam )
MetodeDb
( Jam )
1
Januari
166
166
2
Februari
152
152
3
Maret
161
161
4
April
120
120
5
Mei
167
167
6
Juni
157
157
7
Juli
165
165
8
Agustus
127
227
9
September
157
157
10
Oktober
167
167
11
Nopember
166
166
12
Desember
164
164

Jumlah
1869
1869














Lakukan Uji hipotesisa apakah hasil produksi telah sesuai atau tidak sesuai dengan target produksi yang telah ditetapkan sebelumnya Gunakan tingkat kesalahan 5 %.

3.4. Evaluasi

Dari kasus diatas dapat disimpulkan bahwa hasil produksi telah sesuai dengan target Produksi yang telah di tetapkan sebelumnya.Evaluasi ( Pemecahan Masalah ) Data yang diproleh dari tahun 2013 sebelum perbaikan penjadwalan produksi di PT.Pusaka Prima Mandiri, maka dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa permintaan produksi tidak sesuai dengan target produksi yang telah ditetapkan sebelumnya, maka selanjutnya bila kita bandingkan dengan yang di prolehdari data tahun 2014 yang telah diperbaiki penjadwalan produksinya, jadi dapat dilihat:
1. X2 hitung = 20,6385 ≥ 19,6751 = X2 tabel.maka Ho ditolak untuk tahun 2013.
2. X2 hitung= 0,05250 ≤ 24,7250 = X2 tabel, makaHoditerima untuk tahun 2014.

Dari hasil analisis ini maka dapat diperoleh bahwa pada tahun 2014 sudah mulai membaik.walaupun masih ada keterlambatan sediki tmasih bias diatasi dengan barang produksi yang disimpan dalam gudang. Selajutnya dapat dilihat dari Tabel 10 dibawah ini.

Tabel 10. Perbandingan Produksi 2013 dengan Produksi 2014 PT. Pusaka Prima Mandiri

No
Bulan
Produksi tahun 2013
Dalam ( roll )
Produksi tahun
          2014
Dalam ( roll )
B.1/2 jadi
tahun
2013
B.1/2 jadi
tahun
2014
1
Januari
460
416
437
335
44
2
2
Februari
378
370
408
407
8
1
3
Maret
420
390
425
424
30
1
4
April
227
198
440
440
29
0
5
Mei
460
420
456
455
40
1
6
Juni
360
352
442
440
8
2
7
Juli
420
410
460
460
10
0
8
Agustus
227
220
442
440
7
2
9
September
375
370
452
450
5
2
10
Oktober
460
420
480
460
44
0
11
Nopember
420
416
442
440
4
2
12
Desember
412
406
440
440
6
0

Total
4619
4388
5324
5191
235
13

Gambar 3. Grafik Barang ½ Jadi Produksi tahun 2013 dan Barang ½ jadi Produksi tahun 2014 di Pabrik PT. Pusakan Prima Mandiri.

Grafik ini menujukkan Barang ½ jadi Produksi tahun 2013 dan Barang ½ jadi Produksi tahun 2014 PT. Pusaka Prima Mandiri,dimana Barang ½ jadi tahun 2013 berjumlah 235 roll. Sebelum Analisis perbaikan penjadwalan Produksi dilakukan pada Pabrik PT. Pusaka Prima Mandiri.Barang ½ jadi tahun 2014 berjumlah 13 roll.Sesudah Analisis perbaikan penjadwalan Produksi dilakukkan pada Pabrik PT. Pusaka Prima Mandiri.Maka terjadi peningkatan produksi dan pencapaian target dapat tecapai 222/235  x 100 % = 0,94 atau 94 % dapat kita lihat pada Grafik diatas.94 % sebagian besar tepat waktu dan hanya 6 % tidak tepat waktu.Maka dapat disimpulkan keterlambatan dapat diminimalkan

4. KESIMPULAN

Kesimpulan yang di proleh dari hasil pengolahan data dalam penelitian proses produksi kertas rokok di PT.Pusaka Prima Mandiri adalah:
1.  PT. Pusaka Prima Mandiri belum melakukan penjadwalan secara optimal. sehingga perlu dilaksanakan perbaikan penjadwalan produksi. Agar dapat mengurangi keterlambatan produksi dengan Analisis Hasil perhitungan Makespan dengan metode CDS dan Db adalah 1889 jam di bandingkan Makespan pada Perusahaan 2.502,28 jam dengan selisih 633,28 jam atau sebesar 22,84 % Setelah dianalisa antara data 2013 dengan data 2014, maka data 2014 sudah menunjukkan penurunan barang ½ jadi dari 235 roll menjadi 13 roll. Sesudah. Analisis perbaikan penjadwalan produksi dilakukan. Maka terjadi peningkatan produksi dan pencapaian target dapat tercapai 222/235 x 100 % = 0,94 atau 94 % , ini menujukkan terjadi minimalisasi keterlambatan tinggal =  6 % produksi barang ½ jadi  di pabrik PT.Pusaka Prima Mandiri.
2.  Keterlambatan yang telah diidentifikasi dengan metode CDS dan Db analisis adalah delay, transportasi dan unnecessary motion menyebabkan terjadinya pemborosan waktu pada saat melakukan proses produksi.dengan perbaikan penjadwalan produksi dapat diatasi dan diantisivasi keterlambatannya. Sehingga dapat menghasilkan Produksi tepat waktu.
3.  Pemecahan masalah (Evaluasi) yang diusulkan berdasarkan hasil yang diperoleh dengan penerapan metode CD dan Dannem bring.
a.  Melakukan pengaturan penjadwalan produksi dan perencanaan kapasitas produksi yang mampu memenuhi permintaan para konsumen & pelanggan.
b.  Menghilangkan kelelahan operator dengan menyediakan fasilitas untuk istiraat seperti pemberian makan dan minum serta membagi kerja menurut jadwal shift menjadi tugas shift. Menjadi 3 shift (Lihat pada Tabel 3.3 JKK)
c.  Menghilangkan kejenuhan operator dengan melakukan pertukaran elemen kerja bagi operator bagian produksi.

DAFTAR PUSTAKA

Baker,Kenneth R, 1984”Introduction ToSequen cing and Scheduling” Jonn Wiley & Sound New York.
Barnes,Ralp M.1980,”Motion and Time Study Deasurement of work” John Wiley & Sound New York.
Biegel,Jonh E.1978,”Production Control A Qwa ntitive Approach”Prentice Hall Of India Private Limited, New Delhi
Elsayed and Boucher, Thomas O, 1994,”Analisys and Control Production System Prestice” Hall International, Inc.
Herjato,eddy,1999.”ManajemenProduksidanOperasi” PT. GramediaWidiasarana Indonesia, Jakarta.
Kusuma, Hendra,2002, “PerencanaandanPengen dalianProduksi” PenerbitAndi, Yogyakar ta.
Nasution, H. Arman,1999. “PerencanaandanPe ngendalianProduksi” PT. GunaWidya, Jakarta.
Sutalaksana.Z.Iftikar,1999,”Teknik Tata Cara Kerja” JurusanTeknikIndustri, InstitutTe knologi Bandung.
AdreseKusiato, Computation Intelligence in Design and Manufacturing, John Wihey &Sams, United States of America. 2000.
Cross,Nigel., Engineering Design Methos, Eng land, John Wiley & Sons, Second Editi on,1994.
David D. Bedworth& James F. Bailey, Integrated Production and Control Systems, Jonhn Willey &Sams. Singapore.1987.
Baroto, Teguh.,Perencanaandan Pengendalian Produksi, Jakarta Ghalia Indonesia,2002.
James Riggs, Production System,”Planning Analysis and Control” Jhon Willey &Sams, United States of America, 1976.
J.Supranto. Statistik” TeoridanAplikasi”, EdisiKe dua, PenerbitErlangga, Jakata 1991.




































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

E-JOURNAL TEKNIK INDUSTRI FT USU ANALISIS PERBAIKAN PENJADWALAN PRODUKSI KERTAS UNTUK MEMINIMUMKAN   KETERLAMBATAN PRODUKSI   DI...